|
 |
|
| TKPK Kota Bandung Gelar Temu BPKP dan BKM Terbaik |
| 15-04-2010 |
“Transparansi dan Akuntabel dalam Pengelolaan Dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan.? Inilah tema yang diangkat pada pertemuan BKM se-Kota Bandung di Aula Bermartabat, Balai Kota Bandung, pada 1 April 2010. Pertemuan itu dikuti oleh 151 BKM, TKPK Kota Bandung—di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bappeda, Jajaran Satker PIP, TKPP dan unsur SKPD lainnya di Kota Bandung. -----
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua TKPK Edi Siswadi, Wakil Ketua Perencanaan TKPK Taufik Rahman, Sumirat dari BPKP Prov Jabar, dan Jamin dari BKM Teluk Betung, Pondok Aren, Kabupaten Tangerang. ----
Pertemuan dipimpin Sekretaris TKPP Salman Fauzi. Ia menegaskan bahwa acara ini digagas oleh TKPK, sebagai langkah atau upaya pembinaan pengelolaan dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan yang transparan dan akuntabel, sehingga diharapkan BKM “Tahu, Mau dan Mampu? mengelola dana BLM dengan benar, sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. ----
Diundang pula narasumber dari BKM Teluk Betung, Pondok Aren, Kabupaten Tangerang, yang dikenal sebagai salah satu BKM terbaik di Indonesia. Tujuannya adalah agar dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola dana BLM PNPM. -----
Ketua TKPK Kota Bandung Edi Siswandi menegaskan, pertama, BKM telah bekerja dengan amanah dan relawan, apalagi bayarannya sajuta (sabar, jujur dan tawakal—Red). “Seandainya aparat mempunyai nilai-nilai sajuta seperti BKM, maka diyakini tugas kita—pemerintah, untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan akan selesai? tutur Edi. -----
Kedua, BKM harus menjadi motivator unggul dalam penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Ketiga, untuk tahun 2011, Pemkot Bandung berencana menyusun Program Replikasi dari PNPM Mandiri Perkotaan, yaitu PDPM. Ini diharapkan terlaksana di tahun 2011. ----
Sementara itu, BPKP Jabar Sumirat memberikan arahan tentang bagaimana tata cara pengelolaan keuangan dana BLM agar transparan dan akuntabel, beberapa hal yang biasanya menjadi temuan BPKP, serta memberikan rekomendasi bagi BKM-BKM yang terkendala piutang macet, yang selama ini menjadi persoalan besar di BKM.
Ditegaskan pula bahwa dalam melakukan aktivitasnya, BKM mempunyai nilai-nilai ibadah. Karena ibadah, maka segala bentuk aktivitasnya pun akan dicatat dan dipertanggungjawabkan kepada Allah, SWT. Namun, karena BKM juga mengelola dana yang berasal dari pemerintah untuk masyarakat, maka segala sesuatunya harus dipertanggungjawabkan pula kepada pemerintah sebagai pemberi dana, kemudian juga kepada masyarakat.
|
| |
| Sumber :
msf-korkot |
Back |
| |
|
|
|
|
|
|